Selasa, 14 Juli 2009

ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP N 3 PURBALINGGA (Oleh Desi Setia Pada Abdul Zen; cewene Abdul Zen)

PENDAHULUAN

Sekolah SMP N 3 Purbalingga adalah sekolah yang masuk kategori terbaik yang ada dipurbalingga. Letaknya juga yang cukup strategis untuk proses belajar disana. Prestasinya pun sangat gemilang. Namun bagaimana bimbingan dan konseling disana? apakah sudah bagus ataukah belum? Sebagai sekolah Standar Nasional tentunya juga harus mempunyai BK yang baik.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan mencobat mengulas tentang bagaimana profile dari SMN N 3 Purbalingga, Bagaimana BK disana, dan bagaimana Analisis dari BK disana. Makalah ini disusun dan diajuan untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Bimbingan dan Konseling dengan dosen pengampu Kholilur Rohman, M.Si. Juga disusun untuk melatih saya pribadi dalam bidang tulis menulis, penelitian dan konsep tentang BK di sekolah.

PEMBAHASAN

A. DESKRIPSI TENTANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 3 PURBALINGGA

SMP N 3 Purbalingga merupakan SMP yang termasuk kategori terbaik dan terakreditasi A di kabupaten Purbalingga. SMP N 3 Purbalingga terletak di Jalan Mayor Jendral DI Panjaitan nomor 41 Purbalingga Lor dengan nomor telp (0281) 891253 . Didirikan pada tahun 1982 dengan status bangunan pemerintah yang luasnya 3200 m2 dan luas seluruh bangunan 1728 m2.
SMP N 3 Purbalingga ini di kepalai oleh Hartoko Hadi, S.Pd. , beliau sudah mengepalai SMP N 3 purbalingga ini selama kurang lebih 4 tahun. Di dalamnya terdapat 32 guru sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Termasuk didalamnya juga terdapat guru bimbingan dan konseling. Jumlah murid di SMP N 3 Purbalingga ini ada 756 siswa dari kelas VII 240 siswa, kelas VIII 260 siswa , dan IX 256 siswa. Dan dengan jumlah ruang kelas 24 ruang kelas untuk kelas VII 6 kelas, Kelas VIII 6 kelas dan kelas IX 6 kelas.
Sebelum menjadi SMP Negeri 3 Purbalingga, sekolah ini adalah sekolah kejuruan yaitu SKKP Perwari yang berdiri tahun 1952. Kemudian pemerintah melalui Keputusan Menteri P & K RI Nomor 0217/1971 mengubah statusnya menjadi SKKP Negeri Purbalingga. Seiring dengan kemajuan pendidikan di Indonesia, kebutuhan untuk melanjutkan sekolah setelah pendidikan dasar semakin meningkat, serta penduduk di wilayah Kabupaten Purbalingga kian bertambah maka pada tahun 1976 SKKP Negeri Purbalingga di integrasikan menjadi Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama ( SMP) berdasar SK Menteri P & K Nomor 0278/U/1976.
Berdasarkan hasil seleksi dan verifikasi oleh tim Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama dan Dinas Pendidikan Kabupaten menindaklanjuti usulan dari sekolah, maka ditetapkan SMP Negeri 3 Purbalingga menjadi Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional berdasarkan SK Direktur Pendidikan Lanjutan Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Nomor 1147/A/C3/SK/2004.
Visi SMP N 3 Purbalingga adalah “Unggul dalam Prestasi, Mandiri dalam Berkarya Berdasarkan Iman dan Taqwa”.
Sedangkan Misinya adalah :
1. Melaksanakan Managemen Berbasis Sekolah
2. Melaksanakan Inovasi pembelajaran dan bimbingan secara afektif
3. Mewujudkan lingkungan sekolah sebagai komunitas belajar yang kondusif
4. Meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Mendorong dan membawa setiap siswa mengenali prestasi dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal
6. Melaksanakan penembangan bakat dan minat siswa.
7. Melaksanakan kegiatan pengembangan professional guru
8. Mengelola penggalangan partisipasi masyarakat.
Jumlah guru yang terdapat di SMP N 3 Purbalingga itu ada 32 orang. Dengan jumlah guru tetap / PNS itu ada 31 orang dan guru tidak tetap / guru bantu ada 1 orang. Sedangkan staf tata usaha (TU) yang ada di SMP N 3 Purbalingga itu ada 8 orang dan untuk jumlah pesuruh itu ada 4 orang.
Fasilitas /Sarana yang ada di SMP N 3 Purbalingga itu cukup banyak, diantaranya:
1. Ruang Kelas
2. Ruang Kepala Sekolah
3. Ruang Guru
4. Kantor TU
5. Perpustakaan
6. Ruang Laboratorium IPA
7. Ruang Laboratorium Komputer
8. Ruang Multimedia
9. Ruang Laboratoriun Bahasa
10. Ruang Keterampilan
11. Ruang BK 12. Ruang Tata Busana Dan Uks
13. Lapangan Basket/Lapangan Upacara
14. Ruang Ganti
15. Koprasi Siswa
16. Kantin
17. Tempat Sepeda Siswa
18. Ruang Tata Busana
19. Tempat Sepeda Motor
20. Mushola
21. Gudang
22. Dapur
23. Post Satpam
Sebagai Sekolah Standard Nasional (SSN), SMP Negeri 3 Purbalingga tidak pernah sepi dari prestasi. Terakhir, sebagai juara umum Bharega First Aid Competition atau Kompetisi Pertolongan Pertama bagi Palang Merah Remaja (PMR) Madia se-Kabupaten Purbalingga. Lomba yang baru pertama kalinya digelar oleh Bhakti Remaja Ganesha (Barega) PMR Wira SMAN 1 Purbalingga itu diikuti 30 regu dari 26 pangkalan PMR madia SMP/MTs se-Kabupaten Purbalingga.
“Keberhasilan kami sebagai juara umum, sesungguhnya di luar target. Pasalnya, persiapan kami untuk berlatih hanya beberapa hari. Namun berkat kegigihan lima siswi kami yang ikut dalam lomba itu, dilandasi semangat untuk sukses, akhirnya kami berhasil sebagai juara umum. Keberhasilan kami tidak lepas juga bantuan dari alumni SMPN 3 Purbalingga yang kini duduk di SMAN 1 Purbalingga, untuk mau melatih adik,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Purbalingga, Hartoko Hadi S.Pd kepada Derap Perwira yang menemui di ruang kerjanya.
Tampil kompak dengan penuh percaya diri di bawah bimbingan pelatih PMR SMPN 3 Purbalingga. Siti Nisa S.Pd, lima siswi SMPN 3 Purbalingga berlaga dalam lomba itu. Mereka terdiri R Resita Sukma M, Hasna Maria lfah, Cindy Paramita CD, Novi Suci Purwandari dan Fajrin Aulia.
“Kepada mereka yang telah membawa nama harum SMPN 3 Purbalingga itu, kami berikan reward berupa uang pembinaan. Demikan juga kepada guru pembinanya. Sudah menjadi tradisi bagi kami, bila ada siswa dan guru berprestasi, pasti kami beri reward, agar mereka semangat untuk berprestasi,” tambah Hartoko yang juga sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Purbalingga ini.

Siti Nisa menambahkan, dalam lomba itu, terbagi ke dalam dua bidang. Yakni Pertolongan Pertama (PP) dan Perawatan Keluarga (PK). Lomba dalam bentuk tes tertulis/teori dan paktek. Dewan juri yang menilai para praktisi PMR dan PMI dari Kabupaten Banyumas.
Untuk bidang PP, materi lomba meliputi penanganan luka bakar, patah tulang dan pingsan. Untuk Perawatan Keluarga, diantaranya menata tempat tidur, mengukur suhu, memakai celemek, membantu pasien makan, dan mencuci tangan.
“Kami berusaha tampil maksimal dan kompak, yang akhirnya membawa kami sebagai juara umum,” tutur Resita Sukma yang dibenarkan kawan-kawannya.
Ada empat trophy yang diraih PMR Madia SMPN 3 Purbalingga dalam lomba itu. Yakni triphy juara 1 PK, trophy juara 3 PP, trophy tetap dari Ketua PMI Cabang Purbalingga, dan trophy bergilir dari Bupati Purbalingga karena ke luar sebagai juara umum.
“Pertimbangan panitia menobatkan kami sebagai juara umum, karena setelah hasil kejuaraan bidang PP dan PK dijumlah, kami memiliki nilai tertinggi,” timpal Cindy Paramita.
Untuk diketahui, dalam bidang PP juara 1 diraih SMPN 1 Purbalingga dengan nilai 445, juara 2 MI Istiqomah Sambas (429), dan juara 3 SMPN 3 Purbalingga. Sedangkan lomba bidang PK juara 1 SMPN 3 Purbalingga dengan nilai 456, juara 2 SMPN 2 Kalimanah (408), dan juara 3 SMPN 3 Bukateja (408). Sebagai juara umum, PMR SMPN 3 Purbalingga meraih nilai total 884.
Sarat Prestasi
Keberhasilan SMPN 3 Purbalingga meraih prestasi pada lomba PMR kali ini, semakin menambah panjang deretan prestasi yang telah diraih sebelumnya. Pada tahun 2008 saja, ada sejumlah prestasi yang layak dibanggakan. Diantaranya untuk tingkat kabupaten, juara 1 lomba mapel Bahasa Jawa , juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC), juara 2 sepak bola yang digelar oleh Ikatan Alumni SMPN 1 Purbalingga (Ilusi) tahun 1981, juara 2 lomba rumpun IPS, juara 1 lomba lukis, juara 3 lomba rumpun bahasa, juara 1 siswa berprestasi dan sebagainya. Sedangkan di tingkat provinsi, diantaranya juara 2 catur atas nama Teduh Sukma Wijaya.
Hartoko Hadi bertekad, Ke depan akan terus meningkatkan prestasi sekolah yang dipimpinnya di bidang akademik maupun non akademik. “Kami ingin menjadikan sekolah ini yang terbaik,” tekad Hartoko yang kini masih kuliah di program Magister Manajemen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini. (prasetyo)


B. DESKRIPSI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP N 3 PURBALINGGA
SMP N 3 Purbalingga memiliki sebuah pelayanan bimbingan dan konseling. Masalah (permasalahan) BK yang sedang dialami sekarang adalah Pertama, Perkembangan remaja yaitu dimana masa usia SMP pada zaman sekarang terjadi sebuah kematangan dini yang disebabkan oleh arus informasi globalisasi yang cukup hebat. Sehingga para siswa dan siswi SMP perlu diarahkan untuk menghadapi dan menjani masa perkembangannya sehingga tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Kedua, Kesulitan dalam belajar. Masalah ini adalah masalah yang sangat klasik yang hampir dialami oleh siswa-siswi setiap tahunnya. Hal ini demikian dikarenakan tuntutan dari sekolah untuk lulus dalam standar kompetensi yang telah ditentukan khususnya bagi kelas VII yang masih baru menginjak sekolah SMP. Kelas VII masih perlu untuk beradaptasi tentang metode belajar bagi anak yang tepat untuk diterapkan di SMP. Sehingga perlu adanya bimbingan dan arahan dari pihak BK. Selain itu juga pada kelas IX dimana kelas IX sangat dipusingkan dengan Ujian Akhir yang menentukan lulus atau tidaknya sehingga perlu adanya bimbingan dalam belajar supaya terarah dan menuai hasil yang memuaskan. Ketiga, Hubungan Sosial, masalah ini sering terjadi karena setiap hari siswa bergaul dengan teman sebaya dan juga dengan guru serta dengan yang lainnya sehingga terjadi goresan-goresan atau gesekan-gesekan yang menimbulkan perselisihan atau permusuhan. Sehingga terjadi pertengkaran, terkucilkan, dan lain-lain. Dalam kasus ini siswa perlu dibimbing agar bisa bersosialisasi dengan teman-temannya, guru-gurunya dan lingkungannya sehingga dapat diterima dimasyarakat serta tidak merasa terkucilkan. Jika terjadi permasalah antar siswa seperti berkelahi, ejek-ejekan maka BK disini berperan untuk mengarahkan dan membimbing.
Di sekolahan tersebut biasanya BK disibukan dengan masalah-masalah pelanggaran siswa yang sering dilakukan, seperti siswa membuat gaduh dikelas, Siswa tidak memakai atribut yang lengkap, siswa terlambat datang atau masuk sekolah, siswa merokok di area sekolah , membolos, sering tidak hadir tanpa alasan dan lain-lain.
Untuk menghadapi masalah tersebut di atas maka pihak sekolah selalu merevisi dan membuat peraturan-peraturan atau tata tertib sekolah masalah tersebut di atas tidak terjadi. Dan apa bila mereka melanggar peraturan tersebut maka akan diberi sangsi. Peraturan di sana menggunakan sistem point yaitu jika seorang siswa mendapat poin pelanggaran sekian poin maka akan di hukum sesuai dengan poin pelanggaran yang di peroleh. Pihak sekolah tidak hanya menyediakan peraturan saja akan tetapi jika siswa sudah mencapai point pelanggaran tertentu, missal 50 point maka siswa tersebut akan di panggil oleh BK dan diberi arahan serta konseling indifidu dengan anak yang bersangkutan untuk memberi solusi dari pelanggaran yang telah lakukan. Dan apabila bimbingan dan konseling indifidu saja siswa masih melakukan pelanggaran lagi maka setelah point mencapai 100 maka orang tua tindak selanjutnya memanggil orang tua siswa yang bersangkutan untuk di beri tahu tentang pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh anaknya lalu member arahan kepada orang tua sebagai solusi penanganan atas anaknya itu. Namun jika hal ini sudah tidak dapat dilakukan maka dengan sangat terpaksa anak tersebut akan dikeluarkan dari sekolah tersebut namun cara mengeluarkannya dengan cara menyuruh anak untuk pindah sekolah bukan mengeluarkan dengan tidak hormat.
Perlu digaris bawahi setiap hukuman dari pelanggaran yang telah dilakukan bersifat mendidik dan agar membuat siswa jera.
Yang menjadi guru BK di sekolahan ini adalah satu orang yaitu bapak Niken Darmaryati akan tetapi bekerjasama dengan semua wali kelas di SMP N 3 Purbalingga. Sehingga guru BK mengetahui informasi yang diperlukan untuk melakukan bimbingan dan konseling terhadap anak yang di tuju.
Murid-Murid yang sering melakukan pelanggaran tidak tentu kelas berapa, tidak didominasi oleh kelas VII saja Atau kelas IX saja. Dan alasan mengapa anak-anak melakukan pelanggaran pun berbeda-beda motif, di antaranya ada yang ikut-ikutan temannya saja, sekedar iseng, terjadi masalah keluarga, masalah dengan sesame teman dan lain-lain.
Pada umumnya setelah murid yang melanggar peraturan tadi yang telah di beri bimbingan dan konseling serta mendapat hukuman atau sanksi, mereka kebanyakan menjadi lebih baik, mungkin hal ini karena si anak telah sadar dengan kesalahannya lewat arahan dan bimbingan sehingga anak tahu kesalahannya itu lalu tidak melakukannya lagi, atau si anak takut untuk melakukannya lagi karena merasa takut dengan hukumannya atau malu terhadap teman-temannya bila di cap sebagai anak yang nakal.
Di SMP N 3 Purbalingga memasukan mata pelajaran Pengembangan Diri ke dalam kurikulum serta menyediakan fasilitas psikologis pengembangan diri anak berupa:
• Bimbingan Sosial-Pribadi
Dalam bidang bimbingan social pribadi, membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri serta serta jasmani dan rohani. Dalam bidang bimbingan social, membantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan social yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggungjawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bimbingan pribadi-sosial berarti bimbingan dalam menghadapi dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi pergumulan-pergumulan dalam hatinya sendiri dalam mengatur dirinya sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual dan sebagainya, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama diberbagai lingkungan (pergaulan social).
• Bimbingan Belajar
Dalam bidang bimbingan belajar, membantu mengarahkan bagaimana strategi belajar yang efektif dan baik sesuai dengan kondisi siswa.
• Bimbingan Karier
Teknik Layanan BK yang terdapat SMP N 3 Purbalingga yaitu layanan klasikal yang diberikan satu minggu satu kali dan juga layanan-layanan lain yaitu:
• Layanan Informasi
• Layanan Konsultasi
• Layanan Konseling Kelompok
• Layanan Bimbingan Kelompok
• Layanan Konseling Kelompok
• Layanan Konseling Pribadi atau perorangan
• Layanan mediasi
• Layanan Penempatan dan pengukuran
• Layanan Orientasi
Dalam rangka pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah, terdapat beberapa jenis layanan yang diberikan kepada siswa, diantaranya yaitu yang ada di atas tadi dan Lebih lanjut akan dijelaskan sebagai berikut :
a) Orientasi; layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
b) Layanan Informasi; layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
c) Layanan Konten; layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.
d) Layanan Penempatan dan Penyaluran; layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.
e) Layanan Konseling Perorangan; layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
f) Layanan Bimbingan Kelompok; layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan .
g) . Layanan Konseling Kelompok; layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
h) . Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
i) .Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
C. ANALSISI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP N 3 PURBALINGGA
Layanan bimbingan dan konseling yang disediakan di SMP N 3 Purbalingga sudah cukup bagus bila dilihat dari metode dan jenis pelayanannya. Hal ini terlihat dari jenis-jenis pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa di antaranya adalah pelayanan perseorangan, layanan mediasi, layanan kelompok dan lain-lain. Metode dan jenis layanan bimbingan konseling bertujuan untuk menyelesainan tiga permasalahan yang sekarang sedang dihadapi oleh SMP N 3 Purbalingga. Masalah pokok yang dihadapi adalah pertama, Perkembangan remaja, kedua, Kesulitan dalam belajar, tiga, Hubungan social.
Ketiga masalah pokok ini tidak mungkin dapat terselesaikan kalau hanya menggunakan metode dan jenis layanan BK yang baik jika tidak di dukung oleh petugas bimbingan di sekolah yang baik dan berkompeten pula.
Syarat petugas bimbingan di sekolah di antaranya adalah sifat kepribadian konselor. Keperibadian konselor atau guru BK SMP N 3 Purbalingga sangat berperan dalam usaha siswa membantu untuk tumbuh. Banyak penelitian telah dilakukan oleh sejumlah ahli tentang ciri-ciri khusus yang dibutuhkan oleh seorang konselor. Umpanya, para konselor akan lebih baik dalam sifat social , stabilitas perasaan dalam hubungan pribadi, objektivitas, dan pengendalian diri.
Ada pengetian yang salah dari beberapa pihak tentang BP/BK, seolah-olah guru BP/BK adalah "Polisi di Sekolah". Hal tersebut sangat tidak benar. Sebenarnya guru BP/BK mempunyai tugas untuk membantu siswa dan bisa jadi merupakan "Sahabat Siswa di Sekolah".
Namun, pemahaman siswa tentang bk adalah bk hanya mengurusi siswa-siswa yang bermasalah saja, sehingga siswa cenderung introfet terhadap bk. Seharusnya BK memberi pemahaman dan keterbukaan tentang Layanan BK ini. Seperti dapat dilihat dalam setiap pelanggaran, jika siswa mencapai point tertentu maka berurusan dengan BK, jika siswa terlambat maka berurusan dengan BK, jika siswa hamil maka berurusan dengan BK. Siswa bermasalah berurusan dengan BK namun hanya mendapat hukuman saja dan bukan bimbingan, sehingga hukuman tidak efektif dalam penanganan ini terhadap psikologi siswa.
Hal ini dikatakan oleh Contle dan Lewis (1954) dalam penelitiannya dengan menggunakan alat tes kepribadian dari GZTS (Guiford-Zimmerman Temperament Survey). Dengan alat MMPI (Minnesota Multi Temperament Survey). para konselor ternyata memiliki skor lebih aik dalam bidang social dan introversion.
Konselor adalah pribadi yang inteligen, memiliki kemampuan berpikir verbal dan kuantitatif, bernalar dan mampu memecahkan masalah secara logis dan perseptif.
Setidaknya ada 7 sifat yang harus dimiliki oleh seorang konselor di dalam sekolah dua diantaranya yaitu :
Tingkah Laku yang Etis. Sikap dasar seorang konselor harus mengandung ciri etis, karena konselor harus membantu manusia sebagai pribadi dan memberikan informasi pribadi yang bersifat sangat rahasia. Konselor harus dapt merahasiakan kehidupan pribadi konseli dan memiliki tanggung jawab moral untuk membantu memecahkan kesukaran konseli. Dalam hal ini terlihat bahwa BK di SMP 3 Purbalingga belum bisa membantu masalah siswa namun hanya membebani saja dengan peratuan-peraturan berupa hukuman apabila melanggar. Hukuman karena pelanggaran tidak efektif menurut saya, yang lebih efektif adalah membantu siswa agar termotifasi dan sadar akan perbuatannya itu salah sehingga dengan sendirinya siswa tidak akan mengulang kesalahannya lagi. Masa SMP adalah masa pembangunan akhak atau moral dengan kebiasaan-kebiasaan baik (Asdlori, 2009) oleh karena itu metode hukuman buta tidak efektif pada psikologi anak SMP. Jika seorang anak dibiasakan hanya karena menaati peraturan saja dan tidak timbul dari dalam kesadarannya maka dia tidak punya pendirian yang kokoh, gampang berubah seiring dengan berubahnya peraturan.
Kemampuan Intelektual. Konselor yang baik harus memiliki kemampuan intelektual untuk memahami seluruh tingkah laku manusia dan masalahnya serta dapat memadukan kejadian-kejadian sekarang denga pengalaman-pengalamannya dan latihan-latihannya sebagai konselor pada masa lampau. Ia harus dapat berpikir secara logis, kritis, dan mengarah ke tujuan tertentu sehingga ia dapat membantu konseli melihat tujuan, kejadian-kejadian sekarang dalam proporsi yang sebenarnya, memberikan alternative-alternatif yang harus dipertimbangkan oleh konseli dan memberikan saran-saran jalan ke luar yang bijaksana. Semua kecakapan yang harus dimiliki oleh seorang konselor di atas membutuhkan tingkat perkembangan intelektual yang cukup baik.
Pelayanan BK di sekolah diarahkan pada ketercapaian tujuan pendidikan dan tujuan pelaksanaan konseling. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, sekolah membutuhkan pelayanan BK dalam penyelenggaraan dan peningkatan kondisi kehidupan di sekolah demi tercapainya tujuan pendidikan yang berjalan seiring dengan visi profesi konseling yaitu:
Terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
Layanan yang paling penting dalam bimbingan konseling di SMP N 3 Purbalingga adalah yaitu layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
Kemudian bimbingan belajar adalah hal yang sangat penting sekali, karena sesungguhnya bimbingan pendidikan tidak terpisah dari bimbingan , jiwa, atau social, atau bimbingan pekerjaan. Pendidikan dan bimbingan tidak dapat dipisahkan dari pendidikan, sesungguhnya ia merupakan bagian dari padanya, di Samping, tujuannya berhubungan dengan tujuan pendidikan.
Agar memudahkan Anda melakukan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, hendaknya perlu diketahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling pada siswa Anda terutama mereka yang mempunyai masalah. Identifikasi Masalah adalah langkah yang perlu diperhatikan oleh guru BK SMP N 3 Purbalingga agar dapat mengetahui masalah siswanya dan juga memberi solusi yang tepat untuk masalah tersebut
Pada setiap program bimbingan di sekolah, layanan analsisis individual merupakan program pokok atau program kuncu dalam keseluruhan layanan bimbingan konseling di sekolah. Layanan analisis individual merupakan proses pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan informasi diri dari yang bersifat pengemangan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, SMP N 3 Purbalingga mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang sering dihadapi dan masalah sekarang. Seperti dijelaskan pada gambaran BK di SMP N 3 Purbalingga, Masalah yang sering terjadi sekarang ini di SMP N 3 Purbalingg adalah :
Pertama, Perkembangan remaja yaitu dimana masa usia SMP pada zaman sekarang terjadi sebuah kematangan dini yang disebabkan oleh arus informasi globalisasi yang cukup hebat. Sehingga para siswa dan siswi SMP perlu diarahkan untuk menghadapi dan menjani masa perkembangannya sehingga tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.
Kedua, Kesulitan dalam belajar. Masalah ini adalah masalah yang sangat klasik yang hampir dialami oleh siswa-siswi setiap tahunnya.
Untuk menghadapi masalah ini, maka Di SMP N 3 Purbalingga memasukan mata pelajaran Pengembangan Diri ke dalam kurikulum serta menyediakan fasilitas psikologis pengembangan diri anak berupa:
• Bimbingan Sosial-Pribadi
Dalam bidang bimbingan social pribadi, membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri serta serta jasmani dan rohani. Dalam bidang bimbingan social, membantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan social yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggungjawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bimbingan pribadi-sosial berarti bimbingan dalam menghadapi dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi pergumulan-pergumulan dalam hatinya sendiri dalam mengatur dirinya sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual dan sebagainya, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama diberbagai lingkungan (pergaulan social).
• Bimbingan Belajar
Dalam bidang bimbingan belajar, membantu mengarahkan bagaimana strategi belajar yang efektif dan baik sesuai dengan kondisi siswa. Bimbingan belajar juga mengatasi solusi dari masalah-masalah belajar siswa.
Mengingat apa yang telah dikemukakan di atas, menjadi petugas BK/BP di sekolah tidaklah mudah. Pertama-tama petugas harus menghayati pengertian dasar bimbinga dan penyuluhan beserta asas-asasnya, dan kedua dituntut mampu melaksanakan usaha layanan sesuai dengan asas dan pengertian.

KESIMPULAN


SMP N 3 Purbalingga merupakan SMP yang termasuk kategori terbaik dan terakreditasi A di kabupaten Purbalingga. SMP N 3 Purbalingga terletak di Jalan Mayor Jendral DI Panjaitan nomor 41 Purbalingga Lor dengan nomor telp (0281) 891253 . Didirikan pada tahun 1982 dengan status bangunan pemerintah yang luasnya 3200 m2 dan luas seluruh bangunan 1728 m2.
SMP N 3 Purbalingga memiliki sebuah pelayanan bimbingan dan konseling. Masalah (permasalahan) BK yang sedang dialami sekarang adalah Pertama, Perkembangan remaja yaitu dimana masa usia SMP pada zaman sekarang terjadi sebuah kematangan dini yang disebabkan oleh arus informasi globalisasi yang cukup hebat. Sehingga para siswa dan siswi SMP perlu diarahkan untuk menghadapi dan menjani masa perkembangannya sehingga tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Kedua, Kesulitan dalam belajar. Masalah ini adalah masalah yang sangat klasik yang hampir dialami oleh siswa-siswi setiap tahunnya.
Pada setiap program bimbingan di sekolah, layanan analsisis individual merupakan program pokok atau program kunci dalam keseluruhan layanan bimbingan konseling di sekolah. Layanan analisis individual merupakan proses pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan informasi diri dari yang bersifat pengemangan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, SMP N 3 Purbalingga mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang sering dihadapi dan masalah sekarang.
Ada pengetian yang salah dari beberapa pihak tentang BP/BK, seolah-olah guru BP/BK adalah "Polisi di Sekolah". Hal tersebut sangat tidak benar. Sebenarnya guru BP/BK mempunyai tugas untuk membantu siswa dan bisa jadi merupakan "Sahabat Siswa di Sekolah".



DAFTAF PUSTAKA

Attia Mahmud Hana, Bimbingan Pendidikan dan Pekerjaan, Jakarta: Bulan Bintang, 1978.
Dewa Ketutt Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta:PT Rineka Cipta,2000.
Dewa Ketut Sukardi, Proses Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: PT Rineka Cipta,1995..
Matier , 1966, hal. 56.
Prayitno dan Erman Amti, 2004
Yusuf Gunawan, Pengantar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1992.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar